Mahasiswi Profesi Apoteker UMM Ini Beri Tips Cerdas Agar Mahasiswa Tak Salah Minum Obat

Asal minum obat saat sakit masih menjadi kebiasaan banyak mahasiswa. Padahal, tindakan ini bisa menimbulkan risiko kesehatan yang serius jika dilakukan tanpa pemahaman yang tepat. Septia Devi Amalia, mahasiswi Program Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang yang akrab disapa Septi, memberikan sejumlah tips penting agar mahasiswa lebih cermat dan aman dalam mengonsumsi obat.

Septi menjelaskan bahwa banyak orang masih belum mengetahui adanya klasifikasi obat berdasarkan tingkat pengawasan penggunaannya. Obat bebas seperti paracetamol memang dapat dibeli tanpa resep, namun ada juga obat bebas terbatas yang tetap perlu aturan pemakaian khusus, serta beberapa obat yang seharusnya hanya digunakan berdasarkan petunjuk tenaga medis.

Selain itu, Ia juga menekankan pentingnya memahami gejala sebelum memilih obat. Tidak semua keluhan bisa disembuhkan dengan obat yang sama. Misalnya, untuk demam, penggunaan paracetamol atau ibuprofen, tetapi untuk masalah lambung seperti perih dan mual, dibutuhkan obat yang berbeda seperti antasida. “Salah pilih obat dapat memperparah kondisi yang dialami” tegasnya.

Wanita asal Bangka Belitung itu juga menekankan mengenai cara minum obat. Ada obat yang harus diminum sebelum makan, biasanya 30 menit sebelumnya, dan ada juga yang lebih efektif dikonsumsi 30–60 menit setelah makan. Membaca dan memahami aturan pakai yang tertera di kemasan atau selembaran obat sangat dianjurkan. Selanjutnya juga harus memperhatikan kadar dosis yang sudah diatur.

“Kepatuhan terhadap dosis menjadi hal yang sangat penting. Masih banyak mahasiswa yang tidak memperhatikan pemakaian dosis obat. Terlebih penggunaan obat bebas yang seringkali diabaikan. Lupa memperhatikan kapan waktu yang tepat untuk berhenti mengonsumsi obat bebas tersebut”

Septi menegaskan bahwa apabila gejala tidak kunjung membaik dalam waktu tiga hari, mahasiswa disarankan segera berkonsultasi ke tenaga kesehatan. Hal ini bisa menjadi tanda bahwa obat yang digunakan kurang tepat atau ada kondisi medis lain yang lebih serius.

Di akhir, Septi mengajak mahasiswa untuk menerapkan pola hidup sehat agar tidak mudah terserang penyakit. “Cukup istirahat, makan bergizi, olahraga teratur, serta menghindari makanan pemicu alergi adalah langkah sederhana namun efektif untuk menjaga kesehatan,” pesannya. Ia berharap mahasiswa tidak lagi menganggap enteng penggunaan obat. “Obat itu teman sehat, tapi hanya jika kita tahu cara memperlakukannya dengan benar,” pungkasnya.