
Gelanggang Hall Dome UMM menjadi saksi bisu ketangguhan para atlet bela diri kampus. Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Karate Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses menunjukkan kelasnya dengan keluar sebagai Juara Umum untuk kategori Mahasiswa dalam ajang Piala Rektor UMM Open Karate Championship 2026 yang digelar pada Sabtu (2/5/2026). Keberhasilan ini sekaligus mempertegas posisi UMM sebagai lumbung atlet bela diri yang mampu bersaing dan mendominasi di kancah nasional.
Ketua Umum UKM Karate UMM, Fadil Inayatullah, menyebut pencapaian ini adalah hasil dari komitmen panjang seluruh anggota dalam menempa diri. Mahasiswa Program Studi Manajemen angkatan 2023 ini menjelaskan bahwa persiapan dilakukan secara komprehensif, mulai dari latihan fisik, pendalaman teknik, hingga penguatan mental bertanding. Menurutnya, atmosfer latihan yang suportif namun tetap disiplin menjadi kunci utama kekompakan tim selama masa persiapan.
“Gelar juara umum ini adalah bukti nyata bahwa kedisiplinan dan kekompakan tim mampu menghasilkan prestasi yang mengharumkan nama UMM di bidang olahraga,” tegas Fadil.
Dalam kompetisi bergengsi tersebut, kontingen UMM berhasil mendominasi berbagai kelas pertandingan. Kekuatan tim yang tersebar merata, baik di nomor individu maupun beregu, sukses memboyong total 16 medali, yang terdiri dari 3 medali emas, 5 medali perak, dan 8 medali perunggu.
Capaian impresif ini mempertegas keunggulan UMM sebagai kampus yang inklusif dalam memfasilitasi minat bakat mahasiswa. Di balik prestasi fisik tersebut, terdapat tantangan besar dalam menyeimbangkan kehidupan kampus. Pembina UKM Karate UMM, Havidz Ageng Prakoso, M.A., mengungkapkan bahwa status sebagai mahasiswa sekaligus atlet menuntut kemampuan manajerial waktu yang tinggi.
“Tantangan sejauh ini adalah pembagian waktu antara tugas akademik dan porsi latihan yang cukup menguras tenaga,” ungkap Havidz.
Ia menambahkan bahwa dukungan universitas selama ini sangat berperan dalam memotivasi para atlet. Fasilitas yang memadai serta kemudahan bagi mahasiswa berprestasi membuat atmosfer kompetisi di lingkungan UMM tetap sehat dan progresif. Menutup keterangannya, Havidz menekankan bahwa regenerasi atlet melalui seleksi ketat akan terus dilakukan guna menjaga tradisi juara di masa mendatang.
“UKM Karate UMM ke depan akan semakin baik dengan perbaikan manajerial internal dan seleksi yang ketat bagi calon mahasiswa baru yang ingin bergabung,” tutupnya.
Kemenangan ini diharapkan menjadi pematik semangat bagi mahasiswa lain untuk terus berkarya. UMM terbukti bukan sekadar tempat menimba ilmu di ruang kelas, melainkan juga kawah candradimuka bagi para jawara di ajang olahraga tingkat nasional.

















