• Home
  • Berita
  • Berbekal Skill Analisis dari CoE UMM, Alumnus Ilmu Pemerintahan Sukses Berkarier di Industri Tambang
Image

Berbekal Skill Analisis dari CoE UMM, Alumnus Ilmu Pemerintahan Sukses Berkarier di Industri Tambang

Dunia kerja masa kini semakin dinamis, mendobrak batasan linieritas antara program studi dan realitas profesi. Resky Maharani Ma’mur, alumnus Ilmu Pemerintahan UMM angkatan 2020, membuktikan bahwa lulusan ilmu sosial mampu menembus sektor ekstraktif yang kompetitif. Berbekal pengalaman mengikuti kelas Center of Excellence (CoE) UMM, ia kini berkarier sebagai Safety Officer di Departemen Quality, Health, Safety, and Environment (QHSE) PT Pangansari Utama, perusahaan yang beroperasi di industri pertambangan Kalimantan Timur.

Resky bertanggung jawab mengawasi penerapan regulasi Kesehatan, Keselamatan Kerja, dan Lingkungan Hidup (K3LH), Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP), hingga standar keamanan pangan. Meski pekerjaannya jauh dari urusan administrasi negara, Resky mengaku ilmu tata kelola yang dipelajarinya menjadi fondasi kuat. Baginya, ilmu pemerintahan mengajarkan cara memonitor implementasi regulasi agar berjalan efektif.

“Ilmu Pemerintahan mengajarkan saya bagaimana kebijakan dibuat dan dievaluasi. Kemampuan analitis ini sangat krusial saat saya menyusun laporan HSE, memantau KPI, hingga merumuskan mitigasi insiden kerja di tambang yang penuh risiko,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa program CoE yang diikutinya sangat membantunya dalam penguasaan teknis data. “Keunggulan program CoE ini adalah fokus pada praktik. Saya belajar cara mengolah, menganalisis, hingga memvisualisasikan data, yang ternyata sangat dibutuhkan di lapangan,” tambahnya.

Selain ketajaman analitis, Resky juga mengandalkan soft skill komunikasi yang ia peroleh dari keterlibatannya di Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan (HIMAP) dan PKM. Ketrampilan komunikasi ini menjadi kunci saat ia harus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan maupun para pekerja teknis di lapangan. Sebagai pelengkap profesionalisme, ia bahkan mengambil sertifikasi Ahli K3 Umum dari Kementerian Ketenagakerjaan.

Kisah Resky menjadi inspirasi bagi mahasiswa bahwa peluang karier tidak dibatasi oleh nama jurusan. Ia berpesan agar mahasiswa peka terhadap program pengembangan diri yang disediakan kampus. “Manfaatkan program CoE sebaik mungkin. Dalami bidang yang disukai, asah terus kemampuan analisis data, dan bersabarlah dalam menekuni satu bidang keahlian secara mendalam. Ketika kita sudah menemukan passion dan mengimbanginya dengan skill praktis, peluang akan terbuka lebar,” pungkasnya. (*)

Releated Posts

Bukan Sekadar Kuliah, FKIP UMM Tawarkan Pengalaman Mengajar Lintas Negara dan Beasiswa Penuh

Peluang untuk meraih pengalaman belajar lintas budaya serta mengajar di tingkat internasional kini semakin terbuka lebar bagi calon…

ByByAdmin Bestari Jul 14, 2026

Bangun Kesadaran Mental Gen Z, UMM Wadahi Potensi Siswa Lewat Kompetisi Nasional PsychoBoost!

  Kesadaran generasi Z akan pentingnya kesehatan mental dan pengembangan potensi diri di era disrupsi digital kian meningkat…

ByByAdmin Bestari Jul 14, 2026

UMM Perkuat Peran Sebagai Inkubator Cendekiawan Daerah Lewat Sinergi Pemda-Pemprov

  Menyongsong visi Indonesia Emas 2045, ketimpangan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) antarwilayah masih menjadi tantangan krusial bagi…

ByByAdmin Bestari Jul 14, 2026

Tekan Emisi Gas Rumah Kaca, Inovasi Living Lab UMM Jadikan Alam Sebagai Laboratorium Karbon

  Di tengah ancaman anomali cuaca ekstrem dan krisis pemanasan global yang kian mengkhawatirkan, peran perguruan tinggi dituntut…

ByByAdmin Bestari Jul 14, 2026