
Di tengah ancaman inflasi bahan pokok dan besarnya biaya operasional pertanian, petani lokal sering kali kesulitan meningkatkan produktivitas secara signifikan. Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menciptakan mesin pemisah cengkeh semi-otomatis bernama Clove Separator EVO. Alat ini menjadi solusi konkret bagi petani cengkeh di Dusun Karanggongso, Trenggalek, yang selama ini terkendala lambatnya proses pascapanen tradisional.
Inovasi yang digagas oleh Risqi Andy Sulbi Sasmita dari Program Studi Teknik Industri UMM angkatan 2022 ini mampu meningkatkan kapasitas produksi secara drastis. Jika sebelumnya tenaga manusia hanya mampu memproses maksimal dua kilogram per jam, alat ini memungkinkan pengolahan hingga 50 kilogram per jam dengan hanya membutuhkan satu hingga dua operator.
Risqi menjelaskan bahwa fokus utama pengembangan mesin ini adalah efisiensi biaya agar dapat dijangkau oleh petani kecil dengan tetap memiliki kualitas unggul.
“Tujuan utama kami memang untuk meningkatkan kapasitas produksi petani hingga berkali-kali lipat dibandingkan cara manual. Apalagi, alat ini kami proyeksikan memiliki harga jual yang jauh lebih kompetitif, yaitu sekitar enam hingga tujuh juta rupiah, dibandingkan mesin serupa di pasaran yang bisa mencapai belasan juta,” ujar Risqi.
Mesin ini bekerja sistematis melalui rotor penggilingan dan sistem ayakan khusus untuk memisahkan bunga dan tangkai cengkeh secara utuh. Produk yang lahir dari proyek mata kuliah Perancangan Sistem Terpadu (PST) ini direncanakan akan diuji coba langsung di Desa Tasikmadu pada bulan Juni mendatang.
Kehadiran Clove Separator EVO menjadi bukti bahwa hilirisasi riset di UMM bukan sekadar wacana akademis, melainkan bentuk pengabdian nyata. Sinergi antara kepekaan sosial mahasiswa dan fasilitas kampus terbukti mampu menghadirkan teknologi tepat guna yang berdampak langsung pada kesejahteraan ekonomi petani.
“Kami berharap mahasiswa lain tidak perlu mencari ide terlalu jauh, cukup peka dengan kebutuhan di sekitar kita. Sebab, apa pun inovasi yang kita buat sangat berarti bagi masyarakat,” tutup Risqi.
Diharapkan, inovasi ini segera mendapatkan dukungan untuk diproduksi secara massal sehingga mampu memicu kebangkitan kesejahteraan petani cengkeh di berbagai pelosok Nusantara.
















