Suasana sejuk, pemandangan indah, dan udara segar menjadi daya tarik tersendiri bagi para pecinta olahraga yang memilih Stadion Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sebagai lokasi favorit untuk jogging. Tak hanya mahasiswa UMM, masyarakat umum pun memanfaatkan fasilitas ini karena aksesnya yang mudah, terbuka, dan gratis.
Dawud Maulana Chautsar, mahasiswa asal Probolinggo, Jawa Timur, dari Program Studi PGSD Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan, sekaligus Ketua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Atletik UMM, menjadi salah satu sosok yang aktif mengajak mahasiswa untuk rutin berolahraga, khususnya jogging. Baginya, jogging bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan sarana untuk menjaga kesehatan tubuh dan mental.
“Stadion UMM punya view yang luar biasa. Entah pagi atau sore, suasananya selalu menyenangkan. Apalagi saat matahari terbit, pemandangannya bikin semangat. Ini beda dengan jogging track lain,” ujar Dawud.
Ia menambahkan bahwa lingkungan stadion yang rindang dan hawa yang sejuk membuat aktivitas jogging semakin nyaman. Bahkan, salah satu akun Instagram olahraga Malang, Sport Malang, pernah menyebut stadion ini sebagai salah satu spot jogging viral karena keindahannya.
Dawud melanjutkan bahwa jogging adalah olahraga paling dasar dan cocok untuk semua kalangan. “Jogging itu gampang, dasarnya dari berjalan dan lari. Mulai saja dari 500 langkah atau 5-10 putaran ringan. Yang penting adalah konsistensi,” jelasnya.
Meski begitu, ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara aktivitas dan istirahat. “Nggak perlu lari setiap hari. Seminggu cukup 2-3 kali, pastikan tubuh punya waktu untuk pulih. Jangan memaksakan diri kalau sedang tidak fit,” katanya.
Manfaat jogging, menurut Dawud, sangat besar. Selain meningkatkan kesehatan jantung dan daya tahan tubuh, jogging juga membantu tubuh memproduksi hormon dopamine yang berperan dalam menciptakan perasaan senang dan mengurangi stres. “Setelah jogging, mood langsung lebih baik. Saat suntuk atau banyak pikiran, jogging bisa jadi solusi,” ujarnya.
Sebagai Ketua UKM Atletik, Dawud juga memberi semangat kepada mahasiswa lain untuk tidak malu memulai. “Jangan merasa minder karena baru mulai olahraga atau karena penampilan. Olahraga itu investasi untuk kesehatan kita. Outfit bukan segalanya,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa olahraga, termasuk jogging, tak hanya berdampak fisik, tapi juga pada kestabilan mental. “Daripada FOMO yang negatif, lebih baik FOMO yang positif seperti jogging. Badan jadi sehat, mental pun ikut kuat,” tutupnya.
Jogging di Stadion UMM bukan sekadar berlari, tetapi juga merasakan ketenangan, keindahan alam, dan manfaat besar bagi kesehatan tubuh dan jiwa. Pesan dari Dawud Maulana Chautsar menjadi pengingat bahwa dari aktivitas sederhana, bisa lahir kekuatan besar untuk menjalani hari dengan lebih baik.
