UMKM Kopi Makin Berkualitas Berkat Sortir Biji Kopi Otomatis karya Mahasiswa UMM

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan kreativitasnya dalam bidang teknologi tepat guna. Kali ini, sekelompok mahasiswa dari Program Studi Teknik Industri merancang sebuah alat sortir biji kopi otomatis yang mampu meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi kopi di kalangan pelaku UMKM.

Inovasi ini digagas oleh Cahya Atmamullah selaku ketua kelompok, bersama lima rekannya: Marsha Fausta Syakirah, Kusuma Hadi Purwanto, Muhammad Fiqih, Nurul Hidayah, dan Hervina Mayra Devyani. Proyek ini berawal dari tugas mata kuliah Perancangan Produk , di mana mahasiswa diminta untuk menciptakan atau mengembangkan alat yang solutif dan aplikatif.

Cahya, yang memiliki usaha kopi rumahan, melihat langsung tantangan dalam proses sortir biji kopi yang masih dilakukan secara manual. “Biasanya sortir dilakukan satu per satu dengan tangan, itu sangat melelahkan dan butuh waktu lama. Dari pengalaman itu, kami mulai merancang alat sortir otomatis,” ujarnya.

Alat sortir ini menggunakan dinamo sebagai penggerak yang menggerakkan saringan secara horizontal ke kanan dan kiri. Biji kopi utuh akan tertahan di atas saringan, sementara biji pecah dan serpihan kecil akan jatuh melalui celah. Inovasi lain yang ditambahkan adalah kipas blower di bagian bawah alat, berfungsi untuk meniup sisa-sisa kulit kopi yang masih menempel setelah proses penggilingan.

Pembuatan alat diawali dengan desain menggunakan software 3D, kemudian dilanjutkan dengan proses perakitan. Beberapa penyesuaian dilakukan saat alat mulai dirakit agar lebih sesuai dengan kebutuhan nyata di lapangan. Proses pengerjaan memakan waktu sekitar dua bulan, dengan biaya produksi antara Rp1,5 juta hingga Rp2 juta, terutama untuk pembelian bahan seperti besi, dinamo, dan puli. “untuk lama pengerjaan alat ini aslinya bisa lebih cepat yakni 2 minggu, namun karena ini tugas kuliah jadi pengerjaannya saya sambi setiap sabtu dan minggu dan alhasil memakan waktu 2 bulan” ujarnya.

Alat ini telah digunakan sendiri oleh Cahya dalam proses pascapanen usahanya. Hasilnya, proses sortir menjadi lebih cepat dan biji kopi utuh dapat diseleksi secara efisien, sehingga meningkatkan nilai jual dan kualitas produk.

“Harapan kami, alat ini bisa membantu pelaku UMKM kopi lainnya. Dan untuk mahasiswa, jangan takut mencoba dan berinovasi. Pengalaman merancang alat seperti ini sangat berharga untuk masa depan,” pungkas Cahya.