• Home
  • Berita
  • Pangkas Biaya Produksi hingga 3 Jam, Mahasiswa Teknik Industri UMM Ciptakan Mesin Pengering Mie Otomatis
Image

Pangkas Biaya Produksi hingga 3 Jam, Mahasiswa Teknik Industri UMM Ciptakan Mesin Pengering Mie Otomatis

Cuaca yang tak bersahabat dan tingginya tagihan listrik kerap menjadi mimpi buruk bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya produsen mie kering. Berangkat dari keresahan tersebut, lima srikandi dari Program Studi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil melahirkan inovasi solutif berupa Gas Heated Air Circulation Dryer. Mesin pengering ini dirancang canggih, ramah di kantong, dan siap memacu kapasitas produksi UMKM secara masif.

Inovasi ini tidak lahir dari sekadar teori di atas kertas. Hanum Salsabila Djirimu selaku ketua tim, bersama Berlinda Amalia Diami, Aisyah Leilani Salsabillah, Nadhea Aurelie Salsabila, dan Frisca Shannon Alexandra, terjun langsung ke lapangan untuk mengamati kendala riil para perajin mie kering.

“Kami melihat langsung bagaimana UMKM kewalahan memakai oven listrik berkapasitas kecil yang memakan waktu pengeringan hingga lebih dari tiga jam. Fakta di lapangan itulah yang memacu kami merancang jalan keluar yang jauh lebih efisien,” ungkap Hanum menjelaskan latar belakang terciptanya alat tersebut.

Berbeda dengan oven konvensional, inovasi mesin pengering ini memadukan pemanas berbahan bakar gas dengan sistem sirkulasi udara yang canggih. Keberadaan blower di dalam mesin memastikan panas tidak hanya menumpuk di bagian dasar, melainkan terdistribusi merata ke seluruh sudut ruang pengeringan.

Lebih jauh lagi, mesin ini telah terintegrasi dengan pengatur waktu (timer) otomatis dan sensor pintar penstabil suhu. “Jika suhu terpantau melebihi batas ideal, sistem akan menyesuaikannya secara otomatis. Hasil pengeringan pun terbukti lebih seragam, dan pelaku usaha tak perlu lagi cemas saat musim hujan tiba,” tambah Hanum.

Dari kacamata bisnis, tim UMM ini juga telah melakukan kalkulasi matang. Penggunaan gas dinilai jauh lebih hemat biaya operasional bagi UMKM dibandingkan listrik maupun panel surya yang membutuhkan modal awal besar. Hanya dengan menghabiskan dana sekitar Rp3 juta untuk perakitan prototipe, alat ini menjadi investasi yang sangat masuk akal bagi pengusaha kecil.

Keberhasilan proyek ini tentu tak lepas dari arahan sang dosen pembimbing, Adhi Nugraha S.T., M.BA. Ia mengaku bangga melihat para mahasiswanya mampu menerjemahkan teori di bangku kuliah menjadi mesin tepat guna yang menjawab persoalan di tengah masyarakat. Menurut Adhi, tim ini memiliki kepekaan analitis yang tajam, baik dari sisi teknis maupun keberlanjutan bisnis penggunanya.

“Saya sangat mengapresiasi kerja keras mereka. Anak-anak ini tidak hanya berinovasi demi gengsi teknologi, tetapi benar-benar memikirkan keekonomian alat agar mudah dijangkau oleh UMKM. Inilah esensi pendidikan teknik kita: hadir membawa solusi praktis untuk menggerakkan ekonomi warga,” tegas Adhi.

Karya inovatif Gas Heated Air Circulation Dryer ini kembali menjadi bukti kontribusi nyata Kampus Putih UMM dalam mendorong kemandirian masyarakat. Mengakhiri ceritanya, Hanum menitipkan pesan inspiratif bagi sesama mahasiswa, “Kuncinya adalah keberanian mencoba dan peka terhadap masalah di sekitar. Dari sanalah inovasi yang bermanfaat bisa terwujud.”

Ke depannya, inovasi mahasiswa Teknik Industri ini diharapkan tidak sekadar menjadi pajangan di etalase pameran kampus, melainkan bisa segera diproduksi massal untuk membantu UMKM di seluruh penjuru negeri agar terus berkembang dan naik kelas.

Releated Posts

Bukan Sekadar Kuliah, FKIP UMM Tawarkan Pengalaman Mengajar Lintas Negara dan Beasiswa Penuh

Peluang untuk meraih pengalaman belajar lintas budaya serta mengajar di tingkat internasional kini semakin terbuka lebar bagi calon…

ByByAdmin Bestari Jul 14, 2026

Bangun Kesadaran Mental Gen Z, UMM Wadahi Potensi Siswa Lewat Kompetisi Nasional PsychoBoost!

  Kesadaran generasi Z akan pentingnya kesehatan mental dan pengembangan potensi diri di era disrupsi digital kian meningkat…

ByByAdmin Bestari Jul 14, 2026

Berbekal Skill Analisis dari CoE UMM, Alumnus Ilmu Pemerintahan Sukses Berkarier di Industri Tambang

  Dunia kerja masa kini semakin dinamis, mendobrak batasan linieritas antara program studi dan realitas profesi. Resky Maharani…

ByByAdmin Bestari Jul 14, 2026

UMM Perkuat Peran Sebagai Inkubator Cendekiawan Daerah Lewat Sinergi Pemda-Pemprov

  Menyongsong visi Indonesia Emas 2045, ketimpangan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) antarwilayah masih menjadi tantangan krusial bagi…

ByByAdmin Bestari Jul 14, 2026