Mekatronik UMM Raih Podium Nasional di Ajang KMHE 2025

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mencatatkan prestasi di level nasional melalui Lembaga Semi Otonom (LSO) Mekatronik Fakultas Teknik. Dalam Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2025 yang digelar di Universitas Jember pada 23–26 Oktober, tim Mekatronik UMM sukses meraih Juara 2, berkompetisi dengan puluhan tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Manajer Tim Mekatronik UMM, Farelian Izzata Anantara, menjelaskan bahwa partisipasi dalam
KMHE merupakan wujud komitmen tim dalam mengembangkan riset serta inovasi teknologi
transportasi berkelanjutan. Menurutnya, keikutsertaan dalam kompetisi nasional menjadi sarana
strategis bagi mahasiswa untuk belajar, memperkuat riset, sekaligus berkontribusi pada isu efisiensi energi.

Farel menuturkan bahwa kategori yang diikuti tim UMM adalah mobil hemat energi, yang menuntut perencanaan matang dan presisi tinggi dalam setiap aspek perancangan kendaraan. Mulai dari desain bodi, sistem pembakaran, hingga pengelolaan energi, seluruh komponen harus dioptimalkan agar menghasilkan performa yang efisien. Hal tersebut menjadikan KMHE tidak hanya sebagai ajang adu cepat dan presisi, tetapi juga ruang lahirnya inovasi berorientasi keberlanjutan.

Selama masa persiapan, tim Mekatronik UMM menghadapi sejumlah tantangan, terutama pada
pengujian teknis dan performa kendaraan. Berbagai kendala tersebut mendorong tim untuk
melakukan evaluasi berulang dan penyempurnaan desain secara menyeluruh. Berkat kerja sama
solid, riset yang berkesinambungan, serta disiplin tinggi, seluruh hambatan berhasil diatasi.

“Kami menemui tantangan pada stabilitas prototipe berbahan bakar etanol, integrasi sistem, serta
pengaturan waktu. Namun semua bisa teratasi melalui pembagian tugas yang jelas, pengujian rutin, dan koordinasi intensif bersama tim serta dosen pembina,” ungkap Farel.

Keberhasilan ini juga tidak lepas dari dukungan penuh Universitas Muhammadiyah Malang. Kampus memberikan sokongan dalam bentuk pendanaan, fasilitas penunjang, hingga dukungan moral yang menjaga semangat dan konsistensi tim selama mengikuti kompetisi. Dukungan institusional tersebut dinilai berperan penting dalam membangun ekosistem prestasi mahasiswa yang berkelanjutan.

Pembina LSO Mekatronik UMM, Andi Nusa, menilai capaian Juara 2 KMHE 2025 sebagai hasil positif yang patut diapresiasi, sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk peningkatan ke depan. Ia
menegaskan bahwa prestasi ini harus dijadikan pijakan awal untuk memperdalam riset, khususnya
dalam pengembangan kendaraan hemat energi agar mampu bersaing lebih optimal pada kompetisi
selanjutnya.

Ia juga mendorong mahasiswa untuk terus melakukan penelitian dan pengembangan di luar musim lomba. Mengingat KMHE umumnya berlangsung pada Oktober hingga Desember, periode di luar itu dapat dimanfaatkan untuk memperkuat aspek teknis, meningkatkan efisiensi energi, serta menyempurnakan performa kendaraan.

Sebagai penutup, Andi berpesan agar tim tidak cepat berpuas diri. Menurutnya, keseimbangan
antara penguatan kemampuan teknis dan pembinaan sumber daya manusia menjadi kunci agar tim Mekatronik UMM mampu terus melaju dan konsisten mengharumkan nama universitas di tingkat nasional maupun internasional.