
Dokumentasi Shafa Arif setelah menyelesaikan magang di KJRI Jeddah Saudi Arabia
Malang – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mencetak prestasi membanggakan di kancah internasional. Shafa Arif, mahasiswi Program Studi Hubungan Internasional semester 6, berhasil menjalani program magang di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, Arab Saudi. Pengalaman magang tersebut menjadikan sebuah langkah awal nyata Shafa dalam memperluas wawasan global, terutama dalam bidang hubungan diplomatik antara Indonesia dan Arab Saudi. Ia mengaku proses seleksi magang ini cukup menantang, dimulai dari pengajuan surat izin kampus hingga menjalani sesi wawancara langsung dengan pihak Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Jeddah Saudi Arabia.
“Awalnya saya mengajukan sendiri ke kedutaan dengan surat dari kampus. Setelah di-ACC, ada sesi interview yang cukup menantang dan kemudian saya mendapatkan email bahwa saya dinyatakan lulus dan magang di KJRI Jeddah,” jelas Shafa.
Keinginannya magang di Konsulat Jendral Reppublik Indonesia di Jeddah atau di luar negeri didorong oleh ambisi pribadi dan dukungan penuh dari kedua orang tua. Selama magang, Shafa terlibat dalam berbagai bidang pelayanan publik di KJRI, mulai dari pengurusan paspor, visa, akta kelahiran hingga bantuan untuk WNI yang ingin melaksanakan ibadah Panjang yaitu pernikahan tidak hanya itu, Shafa Arief juga terlibat langsung dalam mempromosikan pariwisata Indonesia di KJRI melalui konten-konten Instagram. “Di bagian imigrasi, saya belajar langsung tentang proses pembuatan paspor, termasuk bagaimana sistem dan kerja para staf di balik layar,” ungkapannya.
Meski tidak selalu berinteraksi langsung dengan Konsul Jenderal, Shafa tetap mendapat kesempatan belajar dari para staf lokal dan non-lokal di lingkungan kerja diplomatik. Ia juga dibimbing oleh mentor yang siap membantu dan memberikan bimbingan secara hangat dan profesional. Salah satu pengalaman paling berkesan itu ketika saya diminta ikut membuat konten edukatif oleh diplomat bagian Pendidikan dan Sosial Budaya. Kontennya sempat viral karena dikemas secara menarik dan informatif,” tutur Shafa, yang juga tampil sebagai talent dalam video tersebut.
Budaya kerja di lingkungan kedutaan juga memberikan pelajaran tersendiri bagi Shafa. Menurutnya, meskipun tekanan kerja cukup tinggi, lingkungan kerja tetap suportif dan penuh pembelajaran. Ia juga mengungkapkan bahwa pengalaman ini memperkaya pemahamannya tentang dinamika hubungan bilateral Indonesia-Arab Saudi secara langsung.
“Waktu ada konferensi internasional, saya bisa melihat sendiri bagaimana proses diplomatik berlangsung. Bahkan ada momen pernikahan WNI yang digelar langsung di gedung KJRI. Itu sangat membuka wawasan saya tentang fungsi diplomatik secara nyata,” katanya.
Magang ini juga sangat memperluas jejaring internasionalnya. Ia berkesempatan bertemu dengan mahasiswa dari berbagai latar belakang, termasuk dari UMY dan mahasiswa Indonesia yang kuliah di Jeddah. “Saya bahkan sengaja menjadwalkan hari pertama magang bertepatan dengan hari ulang tahun saya. Tidak disangka, banyak yang mengucapkan selamat dan membuat momen itu jadi tidak terlupakan,” kenangnya.
Bagi Shafa, pengalaman magang ini menjadi modal penting untuk masa depan karirnya terlepas dari jurusan yang ditempuh saat ini yaitu Hubungan Internasional. Meski bercita-cita menjadi diplomat, ia juga terbuka untuk berkarier di bidang yang berhubungan dengan public relations atau human resource, sesuai dengan minatnya dalam berinteraksi dengan orang lain.
Shafa juga membagikan tips bagi mahasiswa UMM yang ingin mengikuti jejaknya. “Yang paling penting adalah niat, support dari orang sekitar, dan rasa percaya diri. Prosesnya memang panjang, tapi hasilnya sangat sepadan.” Ia berharap pengalaman ini bisa menginspirasi mahasiswa lain untuk berani mengambil peluang baik di ranah Internasional.
“Kalau kalian merasa ingin menyerah, ingat bahwa pengalaman luar negeri bisa sangat mengubah cara pandang kita. Jangan takut bermimpi besar!” ucapnya!
