
Industri kelapa sawit merupakan tulang punggung ekonomi Indonesia, namun masih menghadapi tantangan serius terkait ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang siap kerja dan adaptif terhadap teknologi agribisnis modern. Menjawab kesenjangan tersebut, UMM melalui Center of Excellence (CoE) Sawit resmi menjalin kemitraan strategis dengan PT Bumitama Gunajaya Agro.
Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) ini menjadi pintu masuk bagi mahasiswa Program Studi Agroteknologi dan Teknik Industri untuk mendapatkan akses langsung ke dunia industri. Langkah ini mencakup fasilitasi magang, rekrutmen langsung, hingga penyelarasan kurikulum pendidikan.
Wakil Rektor IV UMM, M. Salis Yuniardi, M.Psi., Ph.D., menyatakan bahwa kolaborasi ini bertujuan untuk memastikan lulusan UMM tidak hanya unggul secara teori, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap dinamika lapangan.
“Kerja sama ini adalah bukti nyata komitmen Kampus Putih dalam mendekatkan mahasiswa dengan dunia profesional. Kami ingin lulusan UMM, khususnya jebolan dari CoE Sawit, tidak lagi canggung saat memasuki dunia kerja, melainkan langsung bisa diserap dan memberikan kontribusi riil bagi industri perkebunan nasional,” tegas Salis.
Pihak PT Bumitama Gunajaya Agro menyambut baik inisiatif ini. Mereka menekankan bahwa industri sawit ke depan sangat bergantung pada efisiensi manajerial dan teknologi cerdas.
“Industri kelapa sawit masa depan sangat bergantung pada efisiensi manajerial dan pembaruan teknologi. Oleh karena itu, kami di dunia industri membutuhkan talenta-talenta unggul dari perguruan tinggi seperti UMM yang siap menghadapi tantangan global dan mampu memberikan solusi teknis yang akurat,” ungkap Agus Sutrisno, S.P., M.M., HC & OSM Director PT Bumitama Gunajaya Agro.
Program ini diharapkan menjadi jembatan emas yang tidak hanya membantu mahasiswa mendapatkan pekerjaan, tetapi membentuk mereka menjadi inovator penggerak sektor perkebunan nasional di kancah global.














