Enam Medali Dibawa Pulang, Karate UMM Bersinar di Batu Karate Challenge

Prestasi kembali ditorehkan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Karate. Dalam ajang Batu Karate Challenge Open Tournament yang digelar di GOR Gajah Mada, Kota Batu, pada 26–28 Desember 2025, Karate UMM sukses meraih enam medali. Kejuaraan ini diikuti atlet-atlet karate dari berbagai daerah di Jawa Timur dan berada di bawah naungan Federasi Olahraga Karate Indonesia (FORKI) Kota Batu.

Dari enam atlet yang diterjunkan, lima di antaranya berhasil menyumbangkan medali untuk UMM. Raihan ini terasa semakin istimewa karena diperoleh di tengah proses regenerasi atlet serta berkurangnya jumlah personel yang aktif bertanding. Meski demikian, Karate UMM tetap mampu mempertahankan eksistensinya sebagai UKM olahraga yang konsisten berprestasi.

Ketua Umum Karate UMM, Fadil Inayatullah, menjelaskan bahwa timnya turun di sejumlah nomor pertandingan dan berhasil membawa pulang enam podium juara. “Kami meraih juara tiga pada kategori Kata Perorangan Senior Putri, Kumite Perorangan Senior Putra, Kumite Perorangan Senior Putri, serta Kata Beregu Junior Putri. Salah satu atlet bahkan menyabet dua medali dari dua kategori berbeda, yakni kata beregu junior putri dan kata perorangan senior putri, keduanya juara tiga,” ungkapnya.

Untuk menghadapi kejuaraan tersebut, para atlet menjalani program training center (TC) intensif selama lebih dari satu bulan. Program ini difokuskan pada atlet yang akan bertanding, dengan penekanan pada kesiapan fisik dan mental. “Saat TC, latihan benar-benar dimaksimalkan. Tidak hanya fisik, tetapi juga kesiapan tanding. Latihan khusus dilakukan dua kali seminggu, minimal sebulan sebelum lomba,” jelas Fadil.

Pembina Karate UMM, Havidz Ageng Prakoso, M.A., menilai capaian ini sebagai buah dari proses adaptasi dan pembenahan internal yang cukup besar. Ia mengungkapkan bahwa Karate UMM sempat vakum dari sejumlah kejuaraan akibat pergantian kepengurusan dan pelatih. “Kami fokus memperbaiki internal terlebih dahulu, lalu kembali mengaktifkan latihan. Sebelum kejuaraan, juga ada pelatihan khusus bersama pelatih baru,” terangnya.

Menurut Ageng, pergantian pelatih membawa pendekatan yang lebih sesuai dengan karakter atlet muda. “Pendekatannya lebih soft dan humanis. Tidak hanya melatih fisik, tetapi juga membangun chemistry dan rasa percaya diri atlet. Itu ternyata sangat berpengaruh,” katanya.

Ia pun mengapresiasi keberanian pengurus dan atlet Karate UMM dalam mengambil keputusan strategis demi kemajuan tim. “Saya bangga karena mereka berani menentukan arah dan bertanggung jawab atas pilihan tersebut. Hasilnya bisa dibuktikan lewat prestasi,” ujarnya.

Ke depan, Karate UMM menargetkan peningkatan prestasi di berbagai level kejuaraan, mulai dari tingkat provinsi, nasional, hingga multievent seperti POMPROV dan SEA Games. Dengan dukungan kampus serta semangat baru dari atlet dan pelatih, Karate UMM optimistis dapat terus mengharumkan nama Universitas Muhammadiyah Malang di kancah yang lebih luas.