• Home
  • Berita
  • Dalam 5 Tahun, UMM Konsisten Laksanakan Green and Halal Kurban
Image

Dalam 5 Tahun, UMM Konsisten Laksanakan Green and Halal Kurban

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus konsisten menjalankan green and halal kurban dalam lima tahun ke belakang. Termasuk pada pelaksanaan kurban di tahun 2025 ini. Adapun ini menjadi upaya Kampus Putih untuk tetap berbagi daging tanpa mengorbankan aspek kebersihan dan lingkungan. Misalnya dengan tidak menggunakan kresek untuk mengemas daging, tapi memanfaatkan dedaunan seperti daun jati, daun pisang, dan besek.

Salah satu koordinator kurban di UMM, Ali Mahmud, M.Pt. menjelaskan bahwa green dan halal masuk di dalam setiap proses kurban, mulai dari penyembelihan hingga pendistribusian kepada masyarakat. Ada beberapa aspek yang harus dipastikan dan dijaga. Pertama, yakni pembelian hewan ternak yang harus memenuhi standar kesejahteraan hewan atau biasa disebut animal welfare. Dengan begitu, tim bisa mendapatkan hewan yang tidak stres dan tidak mudah berontak saat ingin disembelih.

“Hal lain yang perlu diperhatikan adalah pemilihan hewan ternak yang sudah divaksin, baik LSD maupun penyakit mulut dan kaki. Selain itu harus mengecek secara fisiologis di antaranya memilih hewan yang berdaging, gemuk, dan cukup umur. Pemilihan ini dilakukan langsung oleh sederet dokter hewan yang UMM miliki,” tambahnya.

Ali juga mengatakan, daging yang ada dikemas dengan bungkus ramah lingkungan. UMM memanfaatkan besek, daun jati, dan bahan alami lainnya. Bahkan UMM secara konsisten sudah tidak menggunakan plastik sejak 5-6 tahun yang lalu. Ini menjadi bukti komitmen UMM menjaga lingkungan sekaligus membuktikan diri sebagai kampus berkelanjutan.

“Berbeda dengan bungkus bahan organik, jika plastik dibuang di tempat sampah, plastik cenderung mengeluarkan bau yang tidak sedap dan dikerubungi oleh lalat. Hingga pada akhirnya muncul belatung yang mengganggu lingkungan,” katanya.

Di UMM, ada beberapa pisau yang digunakan untuk kebutuhan yang berbeda-beda. Ada pisau khusus untuk menyembelih hingga pisau untuk boning. Para penyembelih juga sudah dilatih terlebih dahulu melalui pelatihan juru sembelih halal (Juleha) dari Halal Center UMM beberapa hari lalu. Ia berharap, proses green kurban ini bisa menjadi contoh yang bisa ditiru oleh masyarakat dan warga dalam menyelenggarakan kurban. Dengan begitu, perayaan idul adha tetap menyenangkan sekaligus lingkungan tetap aman dan nyaman.

Releated Posts

Bukan Sekadar Kuliah, FKIP UMM Tawarkan Pengalaman Mengajar Lintas Negara dan Beasiswa Penuh

Peluang untuk meraih pengalaman belajar lintas budaya serta mengajar di tingkat internasional kini semakin terbuka lebar bagi calon…

ByByAdmin Bestari Jul 14, 2026

Bangun Kesadaran Mental Gen Z, UMM Wadahi Potensi Siswa Lewat Kompetisi Nasional PsychoBoost!

  Kesadaran generasi Z akan pentingnya kesehatan mental dan pengembangan potensi diri di era disrupsi digital kian meningkat…

ByByAdmin Bestari Jul 14, 2026

Berbekal Skill Analisis dari CoE UMM, Alumnus Ilmu Pemerintahan Sukses Berkarier di Industri Tambang

  Dunia kerja masa kini semakin dinamis, mendobrak batasan linieritas antara program studi dan realitas profesi. Resky Maharani…

ByByAdmin Bestari Jul 14, 2026

UMM Perkuat Peran Sebagai Inkubator Cendekiawan Daerah Lewat Sinergi Pemda-Pemprov

  Menyongsong visi Indonesia Emas 2045, ketimpangan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) antarwilayah masih menjadi tantangan krusial bagi…

ByByAdmin Bestari Jul 14, 2026