
Peluang untuk meraih pengalaman belajar lintas budaya serta mengajar di tingkat internasional kini semakin terbuka lebar bagi calon mahasiswa. Mewujudkan komitmen tersebut, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses menyelenggarakan acara Open House Internasional pada Selasa (7/4/2026). Acara bergengsi ini tidak hanya mengundang siswa-siswi SMA dari berbagai sekolah mitra di wilayah Malang, tetapi juga mendapat kehormatan dengan hadirnya rombongan pelajar internasional asal Attarkiah Islamiah Institute, Narathiwat, Thailand.
Kedatangan para pelajar tersebut mendapat sambutan antusias dari jajaran petinggi fakultas. Dekan FKIP UMM, Prof. Dr. Moh. Mahfud Effendi, M.M., hadir langsung memimpin penyambutan, didampingi oleh Wakil Dekan I Dr. Husama, M.Pd., Wakil Dekan II Dr. Faizin, M.Pd., beserta jajaran pimpinan program studi di lingkungan kampus.
Dalam pidato sambutannya, Prof. Mahfud menggarisbawahi bahwa kemitraan global yang dijalin FKIP UMM merupakan langkah konkret untuk mendongkrak kompetensi mahasiswa, bukan sekadar pelengkap formalitas. Beliau mencontohkan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) Internasional sebagai salah satu program andalan. Sang Dekan menegaskan bahwa sebagai wujud nyata dari upaya internasionalisasi, program PLP ini telah memfasilitasi mahasiswa untuk praktik mengajar di berbagai negara, termasuk Thailand. Program yang sudah berlangsung sejak lama ini terbukti sukses membawa manfaat ganda, baik di ranah pendidikan maupun pengabdian masyarakat oleh sivitas akademika FKIP UMM.
Selain menonjolkan eksposur global, ajang ini juga menjadi wadah sosialisasi ragam beasiswa yang sangat bermanfaat bagi calon mahasiswa internasional. Very Kurnia Aditama, M.Pd., selaku Koordinator Program Mobilitas Internasional di International Relations Office (IRO) UMM, turut hadir membeberkan kemudahan akses pendidikan di Kampus Putih. Beliau merinci beberapa program beasiswa prestisius dari pemerintah Republik Indonesia yang bisa diraih, antara lain Kemitraan Negara Berkembang (KNB) Scholarship, The Indonesian Aid Scholarship (TIAS), serta Non-Alignment Movement (NAM) Scholarship.
Lebih lanjut, Very juga mempromosikan beasiswa jalur mandiri yang didanai penuh oleh pihak kampus, yakni UMM SUMMIT Scholarship. Ia merinci bahwa beasiswa kampus ini terbagi menjadi dua kelompok. Kategori A memberikan keuntungan penuh berupa pembebasan biaya kuliah, pemberian tunjangan biaya hidup (living allowance), dan keikutsertaan dalam program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Sementara itu, untuk Kategori B, penerima akan mendapatkan fasilitas bebas biaya kuliah sekaligus program BIPA.
Agar peserta mendapatkan gambaran yang utuh terkait kehidupan perguruan tinggi, seluruh rangkaian Open House Internasional ini dikemas secara interaktif. Melalui sesi campus tour, presentasi keunggulan tiap prodi, hingga ruang diskusi, para pelajar diajak meninjau langsung kelengkapan fasilitas serta potensi pengembangan akademik maupun non-akademik di FKIP UMM.
Momen ini pada akhirnya menciptakan ruang interaksi lintas budaya yang hangat antara pelajar lokal dan siswa dari Thailand. Melalui inisiatif kegiatan ini, FKIP UMM memproyeksikan lahirnya calon mahasiswa dengan wawasan global yang komprehensif, sekaligus terus mengukuhkan kolaborasi pendidikan antarnegara di masa mendatang.














