Bukan sekadar euforia kompetisi biasa, Rektor Cup Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali hadir menjadi panggung pembuktian bagi kreativitas dan energi mahasiswa masa kini. Di tengah dinamisnya gaya hidup Gen Z, Kampus Putih menjadikan ajang ini sebagai ruang bebas berekspresi sekaligus inkubator untuk mencetak bibit-bibit atlet dan seniman berprestasi. Rangkaian kompetisi yang berlangsung intensif sejak Mei hingga Juli mendatang ini mempertandingkan 25 cabang olahraga dan seni.
Ketua Panitia Rektor Cup UMM, Ir. Ary Bakhtiar, SP., M.Si., IPM., ASEAN Eng., menjelaskan bahwa pihak kampus telah menyiapkan dana pembinaan sebagai apresiasi nyata. “Kami siapkan apresiasi berupa dana pembinaan. Total nominal hadiah yang kami siapkan mencapai ratusan juta rupiah demi mengapresiasi kerja keras dan keringat para mahasiswa,” terangnya. Ia juga menekankan bahwa seremoni pembukaan tahun ini dirancang lebih spektakuler dengan melibatkan 6.000 mahasiswa baru, dosen, hingga alumni pada 7 Juni mendatang untuk membangkitkan semangat sportivitas.
Terkait kualifikasi, ajang ini berfungsi sebagai sistem penjaringan bakat untuk mewakili UMM di kejuaraan eksternal. “Event ini terbuka untuk seluruh mahasiswa. Sebagian pemenang nantinya akan kami kirim ke ajang luar kampus tahun depan, seperti Peksimida, kompetisi seni daerah, olahraga, hingga Pomprov,” imbuh Ary. Harapannya, UMM terus konsisten melakukan regenerasi talenta di bidang non-akademik.
Mahasiswa sangat mengapresiasi wadah ini. Anissa Fitriani Harsari, peserta cabang bulu tangkis, mengaku sangat bangga karena universitas mendukung penuh pengembangan minat bakat di luar kegiatan akademis. “Acara Rektor Cup tahun ini disajikan dengan sangat menarik dan terkonsep matang. Sebagai mahasiswa, saya merasa diapresiasi karena kampus tidak menuntut kami fokus pada akademik saja. Saya berlatih keras untuk merebut juara dan membawa nama baik fakultas,” ungkapnya.
Rektor Cup UMM bukan sekadar ajang perebutan medali, melainkan kawah candradimuka bagi mahasiswa untuk mengasah sportivitas, kreativitas, dan daya juang. Melalui iklim kompetisi yang sehat ini, UMM berharap dapat terus melahirkan generasi juara yang unggul di tingkat lokal hingga nasional. Kampus Putih berkomitmen untuk terus menjadi ruang inklusif bagi mahasiswa untuk mengaktualisasikan diri dan mencapai prestasi tertinggi di bidang masing-masing.














