
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali membuktikan ketangguhannya di kancah nasional. Kali ini, delegasi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Karate UMM sukses memborong enam medali dalam ajang bergengsi Kejuaraan Karate STKIP Pasundan Open Tournament Series II 2026 Piala Kemenpora yang dihelat di Bandung. Berlaga melawan lebih dari 1.200 atlet dari penjuru Nusantara, kontingen Kampus Putih berhasil mengamankan empat medali perak dan dua medali perunggu. Menariknya, para pahlawan olahraga ini berasal dari latar belakang program studi yang beragam, membuktikan bahwa iklim prestasi di UMM tumbuh subur seiring dengan dinamika akademik mahasiswanya.
Raihan medali kontingen UMM tersebut disumbangkan oleh Arif Tri Dermawan dari program studi Manajemen yang sukses meraih medali perak atau Juara 2 Kumite Perorangan Senior Putra. Medali perak selanjutnya diraih pada kategori Kata Beregu Senior Putri oleh Miranti Eka Pranejia (Manajemen), Khoirun Nisa Mufadilah (Ekonomi Pembangunan), dan Artika Atha Thaworn Thanyalak (Teknologi Pangan). Sementara itu, dua medali perunggu berhasil dibawa pulang oleh Miranti Eka Pranejia di kategori Kata Perorangan Senior Putri, serta Ilma Mazida (Teknologi Pangan) pada kategori Kumite Perorangan Senior Putri.
Salah satu srikandi penyumbang dua medali, Miranti Eka Pranejia, mengungkapkan kebanggaannya atas torehan gemilang tersebut. Ia menegaskan bahwa prestasi ini adalah buah manis dari proses panjang dan kekompakan tim, bukan sekadar deretan piala semata. “Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan bangga karena bisa mempersembahkan hasil terbaik, tidak hanya untuk diri sendiri dan orang tua, tetapi juga untuk Universitas Muhammadiyah Malang,” ungkap atlet yang akrab disapa Mira ini.
Mira menuturkan, ujian terberat selama di arena adalah menjaga konsentrasi, terlebih bagi atlet yang merangkap di beberapa kelas pertandingan. Turun di nomor perorangan sekaligus beregu memaksa mereka untuk cerdas membagi fokus, menjaga komunikasi, serta menahan tekanan mental maupun fisik. Namun, disiplin latihan intensif yang konsisten mereka jalani di sela-sela kepadatan jadwal kuliah pada akhirnya terbayar lunas.
Di balik layar, kesuksesan para karateka ini tentu tidak lepas dari intervensi positif pihak universitas. UMM menjamin ketenangan para atlet melalui kemudahan birokrasi izin akademik, suntikan motivasi, hingga fasilitas penunjang yang komprehensif, mulai dari akomodasi hingga transportasi selama di Bandung. Hal ini memastikan para atlet bisa melenggang ke arena dengan nyaman dan fokus seratus persen pada performa pertandingan.
Kepala Bagian Minat dan Bakat Kemahasiswaan UMM, Ir. Ary Bakhtiar, SP., M.Si., IPM., ASEAN Eng., turut mengapresiasi tinggi dedikasi UKM Karate UMM. Ia memandang torehan medali ini sebagai indikator suksesnya sistem pembinaan minat dan bakat mahasiswa yang berkelanjutan di lingkungan kampus. “Prestasi ini menjadi salah satu bukti keberhasilan pembinaan minat dan bakat mahasiswa, sekaligus ajang penjaringan atlet potensial yang akan dipersiapkan menuju kompetisi seperti Pomprov dan Pomnas,” jelas Ary.
Ke depan, kebersamaan para atlet dan kepiawaian pelatih ini diharapkan terus terjaga, sehingga UKM Karate UMM dapat terus mengukir prestasi dan mengharumkan nama almamater hingga ke level internasional.
















