BESTARI

Lahir pada Januari 1987, Bestari menjadi media utama yang menyuarakan dan mendokumentasikan berbagai kegiatan yang dilakukan civitas akademika UMM. Perjalanan koran kampus yang mampu eksis hingga kini, dimulai ketika Muhadjir Efendy diangkat sebagai ...

Detail
about

SUARA KAMPUS

Lahir pada Januari 1987, Bestari menjadi media utama yang menyuarakan dan mendokumentasikan berbagai kegiatan yang dilakukan civitas akademika UMM. Perjalanan koran kampus yang mampu eksis hingga kini, dimulai ketika Muhadjir Efendy diangkat sebagai Pembantu Rektor III pada tahun 1986. Kala itu, sebagian besar sistem di kemahasiswaan dilakukan perombakan, mulai dari perekrutan staff hingga pembuatan buku pedoman peraturan Unit Kegiatan Mahasiswa.

Seiring berbagai pergantian tersebut, nampaknya disadari betul akan kebutuhan koran kampus dan jurnal di UMM. Hal ini tidak lain karena, dibutuhkannya suatu wadah yang dapat mengasah daya kritis mahasiswa dan dosen, sekaligus menjadi alat yang siap mempromosikan kampus melalui kegiatan-kegiatannya. Mengingat berbagai pertimbangan diatas, dibutuhkan sebuah media komunikasi yang mampu menampungnya.

Munculnya Bestari, kala itu dipercayakan pada Latipun, yang lalu disebut-sebut sebagai pemrakarsa Bestari. Nama Bestari sendiri merupakan ide orisinil Muhadjir, yang merupakan singkatan dari Belajar dan Beramal dengan Semangat Mentari.

Di tengah keterbatasan alat yang dimiliki, Bestari menuliskan berbagai berita yang ada di kampus menggunakan mesin ketik manual. Selanjutnya kumpulan berita tersebut diserahkan ke Percetakan Suara Indonesia yang berada di Gadang, Malang. Selanjutnya mulai sekitar tahun 1990 pencetakannya di PT. Antar Surya Jaya Surabaya. Meski melalui berbagai tahap yang cukup sederhana, keberadaan Bestari yang kala itu merupakan satu-satunya koran kampus di Malang (selain IKIP Malang), berimbas besar pada dunia pers Indonesia. Terbukti, Bestari mampu menyabet Juara III versi PWI Jawa Timur (1990), Juara I Koran Kampus se-Indonesia (1994).

Hingga saat ini Bestari tetap mampu menunjukkan eksistensiya dengan oplah sekitar 7.000 – 10.000 ekseplar untuk terbitan setiap bulannya, bahkan oplahnya pernah menembus 60.000 ekseplar.

Berbagai kelebihan dan kekurangan yang ada, hingga saat ini Bestari masih terus berusaha memberikan yang terbaik bagi pembaca kalangan civitas akademika UMM juga beberapa instansi baik negeri maupun swasta. Optimalisasi di berbagai sisi akan terus dilakukan, sehingga tujuan utamanya sebagai “corong” berbagai kegiatan kampus, dapat terus berjalan dan siar IPTEK pun tetap berlanjut.

Shared:

Perbanyak Prestasi Kepenulisan Tingkatkan Reputasi Kampus

Bertempat di Aula BAU, Biro Administrasi Kemahasiswaan menggelar acara rapat koordinasi dengan tema ...

read more

KPU Indonesia Tegaskan Mahasiswa UMM di Larang Golput

Bertempat di Aula GKB IV lantai 9 diselenggarakan acara KPU goes to campus UMM (15/10).  Selama...

read more

UKM Seni Rupa Lentera Tumbuhkan Jiwa Seni Generasi Muda

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM)Seni Rupa Lentera UMM kembali menyelenggarakan diklat dasar dengan tema...

read more