ESSCO Ciptakan Budaya Diskusi Berbahasa Inggris

  Belajar berbahasa inggris tidak akan cukup apabila hanya didalam kelas. Perlu adanya praktik secara langsung dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ber­diri pada tahun 2017, English Student Sharing Community (ESSCO) memberi ruang bagi...

Detail
about

 
Belajar berbahasa inggris tidak akan cukup apabila hanya didalam kelas. Perlu adanya praktik secara langsung dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ber­diri pada tahun 2017, English Student Sharing Community (ESSCO) memberi ruang bagi mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris untuk meningkatkan mutu bahasa inggris melalui weekly sharing dan pengabdian kepada masyarakat.
 
Masyhud selaku Pembina ESSCO menyampaikan bahwa terbentuknya ESSCO merupakan cer­minan semangat dari mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris yang menginginkan adanya komunitas yang bergerak dibidang pelatihan komunikasi bahasa inggris dan pengabdian masyarakat. Lanjutnya, ESSCO merupakan komunitas  unggulan Prodi.
 
Banyak perubahan yang didapatkan terhadap mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa  Inggris, terutama dalam peningkatan ke­cakapan berbahasa inggris. Di sisi lain, memberikan bekal terhadap mahasiswa berupa  pengabdian pada  masyarakat. Komunitas ini mampu bekerja sama dengan desa-desa yang ada di sekitar Kampus III UMM. “Angota ESSCO selain pintar bahasa inggris, juga pintar dalam kehidupan bermasyarakat,” ungkapnya. 
 
Gunakan Bahasa Inggris dalam Berbagai Kegiatan 
Moh. Kholilurrahman selaku ketua ESSCO  menjelaskan bahwa, ESSCO memiliki empat divisi yakni pertama, community development ber­tugas untuk memastikan kua­litas seluruh kegiatan sehingga akan diadakan eva­luasi dengan dosen untuk menilai sejauh mana pencapainnya. Kedua, Media and Information ber­tugas untuk men­cari informasi ter­kait lomba atau kerjasama dengan pihak lain  dan mem­be­rikan informasi menge­nai  ESSCO.
 
Ketiga, Scholarly ber­tugas untuk menye­lenggarakan acara yang ber­kaitan dengan aka­demik. “Keempat, Community Social  bertugas meng­adakan kegiatan yang ber­orientasi sosial atau pengabdian pada masyarakat,” je­lasnya. 
 
Mahasiswa asal Madura itu me­nambahkan, ESSCO me­miliki beberapa kegiatan seperti weekly sharing yaitu berupa ke­giatan diskusi rutin setiap minggu dengan membahas topik terkini atau jurnal hasil pe­nelitian. English Volunteer yakni kegiatan berupa mengajar bahasa Inggris kepada masyarakat salah satunya komunitas Sekolah Kertas Malang. Coffe Break yaitu kegiatan berupa pelatihan keterampilan  tertentu seperti pelatihan media pembelajaran dan  edit video.
 
Study Comparative yakni kegiatan mengunjungi universitas lain dalam rangka menambah wawasan seperti kunjungan ke Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)  dan universitas lainnya. “Selain itu, English day  yaitu kegiatan wajib berbahasa Inggris setiap hari Senin dan Rabu,” terangnya.   
 
EESCO Lolos Paper Nasional dan Internasional  
Maulidina Ditriananda selaku sekretaris menuturkan, ESSCO telah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak. Sebagai contoh bekerjasa sama dengan Pusat Pelatihan Bahasa di Malang untuk menyelenggarakan simulasi Test Of English as Foreign Languge (TOEFL). Bekerja sama dengan lembaga penggerak pendidikan seperti Taman Baca Masyarakat Wacana Malang dan Sekolah Kertas dalam rangka memberikan wawasan bahasa inggris yang lebih luas terhadap kepada masyarakat.  
 
Mahasiswa angkatan 2014 tersebut menambahkan, sejak resmi berdiri pada Februari 2017 ESSCO sudah mempunyai prestasi yaitu lolos dalam konfrensi internasional bertema International Confrence of English Teaching and Research yang bertempat di Universitas Islam Malang (UNISMA) dan juga lolos dalam Proceding Paper  Nasional di Universitan Negeri Malang (UM). “Semoga tahun depan prestasinya meningkat,” ungkapnya.  
 
M. Nurul Mahardhika salah satu anggota yang menjadi finalis di UNISMA mengatakan, mem­pre­sentasikan karya dengan menggu­nakan bahasa inggris dalam sebuah kompetisi  merupakan pengalaman yang paling berkesan. Meski perjuangan belum menuai keberhasilan. Lolos makalah dalam Perlombaan ini merupakan awal bagi ESSCO sehingga bisa dijadikan motivasi oleh seluruh anggota untuk mengikuti perlombaan pada kesempatan lain.
 
Tambahnya, hal yang memotivasi bergabung dengan ko­munitas  yakni belajar  untuk melatih public speaking  sebab banyak dari kegiatannya  dikemas dalam diskusi yang santai sehingga tidak membosankan. “sekarang  saya percaya diri  berbicara bahasa inggris di depan umum,”ungkap pria asal Malang tersebut. 1law/m_pus 
 
 
Shared:

Menetralisir Kondisi Politik yang Semakin Memanas...

Diskusi Publik dengan tema “Masa Depan Geoekonomi, Geopolitik dan Geostrategi dalam Perspektif...

read more

IRDC : Mengasah Pengetahuan Lewat Sharing Session...

Bertempat di Laboratorium Hubungan International, Himpunan Mahasiswa Hubungan International (HIMAHI)...

read more

Dituntut Cerdas dan Aktif dalam Memilih Seorang Pe...

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Agama Islam (FAI) mengadakan kegiatan kajian rutin yang dib...

read more