
Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menyemarakkan bulan suci Ramadan
dengan aksi nyata berbagi kepada sesama. Pada 9 Maret 2026, kampus ini
menyelenggarakan agenda Bakti Sosial di Masjid Al-Khairat, Desa Sepanjang, Kecamatan
Gondanglegi, Kabupaten Malang. Acara ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh ratusan
warga Dusun Krajan yang hadir untuk mengikuti berbagai program yang ditawarkan.
Rangkaian kegiatan bakti sosial kali ini mencakup berbagai layanan yang bersentuhan
langsung dengan kebutuhan masyarakat. UMM mendistribusikan kurang lebih 300 paket
sembako kepada warga pra-sejahtera, sekaligus menggandeng RSU UMM untuk
menyediakan pemeriksaan kesehatan dan obat-obatan secara cuma-cuma. Tidak hanya itu,
panitia juga menggelar sosialisasi parenting bagi para orang tua dan mengadakan
permainan edukatif (fun games) yang menghibur anak-anak.
Sebagai upaya untuk menggenjot literasi sejak dini, UMM juga menerjunkan dua unit
perpustakaan kelilingnya, yakni Mobil KaCa (Kamis Membaca) dan Mobil Terbang (Bakti
Terhadap Bangsa). Kehadiran fasilitas membaca berjalan ini sukses memikat anak-anak desa
setempat untuk antusias memilih dan membaca ragam buku yang disediakan.
Mewakili pihak kampus, Dr. Faridi, M.Si., membuka acara dengan suasana hangat. Ia sempat
mencairkan suasana lewat candaan berbahasa Madura, meskipun ia sendiri merupakan
warga asli Probolinggo. Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan permohonan
maaf dan salam dari Rektor serta jajaran pimpinan UMM yang berhalangan hadir karena
sedang melangsungkan Safari Ramadan bersama berbagai unit bisnis kampus, seperti rumah
sakit, hotel, dan pom bensin.
Ia menekankan bahwa kegiatan berbagi ini adalah rutinitas tahunan yang menjadi wujud
komitmen sosial UMM. Mengacu pada amanah KH Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah,
ia juga menyebut bahwa institusi pendidikan tidak boleh hanya fokus pada urusan akademik.
“Tugas perguruan tinggi bukan hanya mencetak lulusan, tetapi juga membawa manfaat
nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Lebih jauh, ia menyoroti urgensi pembangunan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Mengutip pernyataan mantan pejabat kabinet Presiden AS Bill Clinton, Dr. Faridi
mengingatkan bahwa penentu masa depan dunia adalah kualitas manusia, bukan sekadar
kekayaan sumber daya alam. Oleh karena itu, ia mendorong umat Islam untuk menguasai
ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), tidak hanya berfokus pada ilmu fikih, agar mampu
bersaing di era modern. Hal ini juga sejalan dengan strategi utama Muhammadiyah dalam
membangun sarana pendidikan.
Di pihak lain, Pimpinan Ranting Muhammadiyah setempat, Edi Yuliant, menyampaikan
apresiasi dan rasa bangga atas kehadiran tim UMM di wilayahnya. Ia sangat bersyukur
Masjid Al-Khairat dipercaya menjadi pusat kegiatan mulia ini dan mendoakan agar seluruh
bantuan yang diberikan dicatat sebagai amal jariah.
Secara keseluruhan, kegiatan bakti sosial tersebut berlangsung dengan penuh keakraban.
Selain mendapatkan bantuan sembako dan akses kesehatan gratis, momen ini dimanfaatkan
oleh warga untuk menjalin silaturahmi yang lebih erat dengan para sivitas akademika UMM.
