Foto: Gonza ketika berada di Universitas Pompeu Fabra Barcelona, Spanyol
“Jangan takut mencoba.” Kalimat sederhana yang menjadi motivasi dalam mengejar mimpi AWAREDEE program Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) 2024. Aloysius Gonzaga Alnabe yang kerap disapa Gonza Mahasiswa Prodi Hubungan Internasional angkatan 2022 dan juga berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT), bukan hanya berhasil menembus seleksi ketat dari lebih dari 15.000 pendaftar, tetapi juga membuktikan bahwa asal-usul bukanlah batas dalam meraih mimpi hingga ke Barcelona, Spanyol. Di tengah tantangan dan persaingan global, ia hadir membawa identitas budaya Indonesia Timur dengan penuh percaya diri, menyuarakan bahwa mimpi besar bisa dicapai siapa pun, dari mana pun.
Tantangan Terbesar: Menyusun Motivation Letter
Ketika ditanya soal tantangan terbesar selama proses seleksi, Gonza menjawab: yang tersulit dalam mengikuti seleksi adalah motivation letter. Baginya, menulis essai ini bukan sekadar formalitas, tetapi tentang meyakinkan tim seleksi bahwa saya cukup unik dan layak dibanding ribuan kandidat lainnya.
“Semua pelamar adalah orang-orang berkualitas dan mempunyai tekad yang kuat. Maka tantangannya adalah: bagaimana saya bisa tampil beda dan tetap menjadi diri sendiri”-ujar Gonza
Adaptasi Budaya dan Pendidikan di Negeri Matador
Pengalaman tinggal di luar negeri bukan hal baru bagi Gonz, sehingga adaptasi terhadap budaya dan makanan bukanlah kendala besar. Namun, sistem pendidikan di Spanyol yang menitik beratkan pada critical thinking dan debat terbuka di kelas, menjadi tantangan intelektual tersendiri. Salah satu mata kuliah yang paling berkesan baginya adalah Etika, di mana dosen mengajak mahasiswa untuk menantang ulang seluruh nilai moral yang mereka anggap benar. “Itu benar-benar membuka pikiran saya,” ucapnya. “Saya jadi berpikir ulang soal banyak hal yang selama ini saya anggap mutlak.”
Budaya: Mengharumkan Indonesia Lewat Budaya
Sebagai bagian dari IISMA, mahasiswa Indonesia di Universitas Pompeu Fabra, Barcelona mengadakan Kulturalisme Budaya, sebuah acara yang menampilkan budaya dan kuliner Nusantara. Gonza tampil percaya diri mengenakan pakaian adat NTT dan mempresentasikan makna di balik tenun dan batik kepada para Mahasiswa di Barcelona Spanyol.
“Mereka sangat kagum karena kita punya sesuatu yang benar-benar menunjukkan identitas,” tuturnya. “Kalau mereka hanya punya paella atau tapas, kita punya budaya yang jauh lebih kaya.”
Mendobrak Stereotip, Memberi Dampak
Melalui pengalamannya di luar negeri, Gonza belajar banyak hal, terutama bagaimana menghadapi berbagai pandangan ekstrem di dalam kelas. Dari sanalah ia mengembangkan cara berpikir yang lebih dewasa dan inklusif. “Saya belajar untuk tidak langsung menghakimi, tapi mencoba memahami dari berbagai sudut pandang,” ujarnya.
