Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui Program Studi Agribisnis terus memperluas jejaring internasionalnya. Salah satu bentuk nyata dari upaya ini adalah terjalinnya kerja sama dengan Fakulti Biosumber dan Industri Makanan (FBIM) Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA), Terengganu, Malaysia. Kolaborasi ini mencakup berbagai kegiatan, termasuk pertukaran mahasiswa, kuliah tamu dosen, dan penjajakan program double degree.
Pada Semester Gasal 2024/2025, UMM mengirimkan lima mahasiswa terpilih untuk mengikuti program credit transfer di UniSZA. Mereka adalah Wahyu Astrid Fitriani, Laila Noviyanti Sitepu, Anggun Maysarah Virgi Utami (ketiganya angkatan 2022), serta Muhammad Fikri Fakhrudin dan Faiz Lutfiyandi (angkatan 2023). Proses seleksi dilakukan secara ketat, mencakup nilai IPK, kemampuan bahasa Inggris (melalui tes TAEP), serta seleksi di tingkat program studi dan fakultas.
Selama mengikuti program, para mahasiswa menjalani perkuliahan penuh dari pagi hingga sore, baik secara daring maupun luring. Mereka mendapatkan pengalaman akademik langsung dengan mahasiswa UniSZA melalui berbagai mata kuliah seperti Mikrobiologi, Herbarium, Pemasaran Pertanian, dan pengolahan hasil pertanian berbasis teknologi modern. Selain itu, mereka juga diajak mengunjungi tiga kampus utama UniSZA Gong Badak, Besut, dan Kampus Kota serta mengikuti wisata edukatif ke Pulau Redang.
Wahyu Astrid Fitriani, salah satu peserta, menyampaikan antusiasmenya terhadap program ini. Ia merasa senang bisa belajar langsung di lingkungan internasional yang ramah dan terbuka. “Kami belajar banyak hal, tidak hanya teori, tapi juga praktik dengan alat-alat modern. Bahkan kami melihat inovasi mahasiswa di sana, seperti mengolah hasil panen ikan menjadi produk kreatif seperti kaos,” ujarnya.
Astrid menambahkan bahwa pengalaman ini sangat berharga, terutama setelah sebelumnya sempat gagal mengikuti program pertukaran ke Jepang. “Kegagalan itu justru memotivasi saya. Dan alhamdulillah, kesempatan ke Malaysia ini memberikan banyak ilmu dan pengalaman yang ingin saya bawa kembali ke UMM,” pungkasnya.
Ketua Program Studi Agribisnis, Ary Bakhtiar, menyatakan bahwa kerja sama ini adalah bagian dari komitmen UMM untuk meningkatkan kualitas lulusan yang mampu bersaing secara global. Ia juga menyampaikan bahwa saat ini sedang dirintis program double degree antara UMM dan UniSZA.
Dengan program ini, diharapkan mahasiswa UMM tidak hanya memperkaya pengalaman akademik dan budaya, tetapi juga membawa pulang gagasan-gagasan segar untuk pengembangan kampus dan masyarakat.
