
Kemampuan berbicara yang terasah dan mental tangguh membawa Umi Khabibah melampaui batas disiplin keilmuannya. Mahasiswi Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas
Muhammadiyah Malang (UMM) angkatan 2023 ini membuktikan bahwa latar belakang keagamaan tidak membatasi ruang prestasi. Ia sukses mencatatkan prestasi nasional dengan meraih Juara Harapan 1 Stand Up Comedy dalam ajang KMI Expo 2025, sekaligus menegaskan kiprah mahasiswa PAI di ranah industri kreatif modern.
Capaian tersebut menjadi refleksi iklim akademik UMM yang mendorong mahasiswa berkembang
secara adaptif dan relevan dengan tantangan zaman. Melalui panggung stand up comedy, Umi tidak sekadar menghadirkan hiburan, tetapi juga menyampaikan kritik sosial dengan pendekatan
komunikasi yang cerdas, ringan, dan membumi. Baginya, kemampuan public speaking merupakan
tanggung jawab moral untuk menyampaikan nilai dan gagasan secara bermakna kepada publik.
Umi menilai latar belakang PAI justru memperkaya gaya komunikasinya. Ia meyakini bahwa calon
pendidik agama di era kontemporer harus dibekali keterampilan retorika agar pesan dakwah
tersampaikan secara tepat, santun, dan berlandaskan keilmuan. Menurutnya, penguasaan
komunikasi menjadi penting agar ruang dakwah tidak diambil alih oleh figur yang pandai berbicara
namun minim kompetensi akademik.
“Jika lulusan PAI tidak memiliki kemampuan berbicara yang baik, panggung dakwah bisa diisi oleh
orang yang kurang tepat. Banyak yang fasih berbicara, tetapi tidak memiliki dasar keilmuan. Di
sinilah peran lulusan PAI harus hadir,” tegasnya.
Selama menjalani perkuliahan di UMM, Umi aktif dalam berbagai kegiatan organisasi dan
pengembangan diri. Ia pernah bergabung dalam UKM MTQ, aktif di Badan Eksekutif Mahasiswa
(BEM), serta dipercaya sebagai Ambassador I’am Women Indonesia 2023. Beragam pengalaman
tersebut menjadi ruang pembelajaran kepemimpinan dan komunikasi yang membentuk
kepercayaan dirinya.
“Banyak pelajaran justru saya dapatkan dari kegiatan di luar kelas, mulai dari mengelola tim,
menyampaikan ide, hingga memahami karakter orang yang berbeda-beda,” ungkapnya. Ia juga
memanfaatkan forum presentasi perkuliahan sebagai media latihan membaca audiens dan
mengasah psikologi komunikasi. “Cara menyampaikan pesan ke dosen tentu berbeda dengan ke
teman sebaya. Itu semua saya jadikan latihan,” tambahnya.
Di ranah profesional, Umi juga aktif sebagai wirausaha muda. Ia menjabat sebagai CEO Speak Minds Academy, lembaga kursus komunikasi profesional yang memiliki sepuluh kelas spesialisasi. Sejumlah
sertifikasi nasional telah ia kantongi, di antaranya Certified Public Speaker (CPS), Neuro Linguistic
Programming (NLP), serta sertifikasi penyiar televisi level 3 KKNI. Selain itu, bisnis rintisannya Tale Gifts and Co berhasil memperoleh pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) dan dikonversi menjadi nilai mata kuliah melalui kebijakan akademik UMM.
Tak berhenti di ranah akademik dan bisnis, Umi juga mendirikan Komunitas Santri Putri Khawla
Benazir sebagai wadah pemberdayaan santri perempuan. Berangkat dari keprihatinannya melihat
banyak santri yang kurang percaya diri saat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, komunitas ini rutin mengadakan workshop untuk membangun kepercayaan diri serta mengembangkan potensi santri di bidang kepenulisan dan public speaking.
Menutup kisahnya, Umi mengajak mahasiswa untuk aktif membangun portofolio sejak dini dan
memaksimalkan seluruh fasilitas kampus. Menurutnya, masa kuliah merupakan momentum terbaik untuk bereksplorasi dan berani mencoba tanpa takut gagal.
“Manfaatkan setiap peluang yang disediakan kampus dan jangan ragu terjun langsung. Selama masih mahasiswa, kita punya banyak akses, dukungan, dan ruang belajar. Banyak kesempatan berharga yang hanya datang sekali dan sering kali hanya bisa diraih saat masih menyandang status
mahasiswa,” pungkasnya.
