foto: Afta Gita Muhammad yang meraih beberapa penghargaan dan kejuaraan dari tingkat nasional hingga Internasional
Dari Kabupaten Madiun, Jawa Timur, lahir sosok muda penuh semangat yang menjadikan dunia bisnis sebagai panggilan hatinya. Dia adalah mahasiswa jurusan Manajemen angkatan 2023 di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), yang berhasil menorehkan prestasi membanggakan dan memenangkan berbagai kompetisi bisnis hingga berhasil meraih beasiswa dari Bank Indonesia.
Awal Perjalanan: Bisnis Sejak Usia Dini
Kecintaannya pada dunia bisnis bukan hal yang muncul tiba-tiba. Sejak duduk di bangku SMP, ia sudah mencoba peruntungan di dunia wirausaha. Mulai dari berjualan fashion dan sepatu, hingga saat SMA. Seiring waktu, kecintaannya terhadap dunia bisnis tumbuh dan berkembang, terutama dalam bidang F&B (food and beverage).
Kini, ia tengah mengembangkan bisnis sambal pecel khas Madiun dengan cita rasa otentik. Tujuan besarnya? Membawa sambal pecel lokal menembus pasar internasional. “Waktu itu saya ketemu orang dari Banda Neira sampai Eropa, mereka bilang susah cari pecel yang enak dan otentik. Dari situ terdorong: “kenapa tidak saya yang bawa pecel ini ke luar negeri?” ungkapnya penuh semangat.
Inovasi dan Tujuan Sosial dalam Bisnis
Tak hanya sekadar menjual produk, ia memiliki misi sosial: memberdayakan petani lokal. Dalam konsep bisnisnya, sambal pecel tidak hanya dilihat sebagai produk akhir, melainkan bagian dari sistem hulu-hilir yang jelas, dari lahan petani, produksi, hingga distribusi. “Saya ingin membangun bisnis, bukan sekadar usaha. Bisnis harus punya rantai pasok yang jelas dan berdampak untuk banyak pihak,” jelasnya.
Perjalanan Kompetisi dan Riset Lapangan
Sudah lebih dari 5 kompetisi yang diikutinya, baik dalam bidang bisnis, maupun inovasi. Salah satu pengalaman tak terlupakan adalah ketika ia melakukan riset langsung hingga ke Madura bersama dosen pembimbing untuk menggali lebih dalam mengenai potensi dan cita rasa produk lokal. “Tantangan terbesarnya waktu riset itu adalah mengenai informasi penting yang kadang terlewatkan karena terlalu fokus ngobrol hingga lupa tanpa mencatat. Tapi dari situ saya belajar pentingnya dokumentasi,” ujarnya.
Selain riset, tantangan lain adalah masalah biaya. Namun semua itu tak menyurutkan semangatnya Atfa dalam mengembangkan minatnya dan Ia percaya bahwa setiap langkah akan memberikan pelajaran berharga.
Tembus Beasiswa Bank Indonesia
Kerja keras dan konsistensinya membuahkan hasil. Ia berhasil lolos sebagai salah satu penerima Beasiswa Bank Indonesia, sebuah prestasi yang hanya didapat oleh mahasiswa terpilih. Dalam prosesnya, yang begitu ketat karena kuota penerimaan berskala kecil dibanding pendaftar yang begitu banyak. sangat memperhatikan detail administrasi, terutama dalam penulisan motivation letter. Ia menyatakan bahwa dokumen menjadi hal yang harus diperhatikan dan sebagai proses awal sebagai penentu ke tahap selanjutnya. Kalau tidak lolos administrasi, ya tidak bisa lanjut ke tahap berikutnya,” tegasnya. Sebagai penerima beasiswa, ia aktif dalam kegiatan organisasi seperti Komisariat BI, bahkan sempat menjadi wakil kepala pelaksana dalam acara gabungan bersama UMM, UB, dan UIN di Kota Batu.
Manajemen Waktu: Kunci Produktivitas
Dengan segudang aktivitas – mulai dari kuliah, bisnis, lomba, organisasi, hingga proyek riset. Manajemen waktu menjadi kunci dalam kegiatan yang Afta lakukan untuk menyeimbangkan segala aktivitas. Ia mengaku tidak terlalu bergantung pada aplikasi digital, cukup dengan mencatat agenda sederhana berdasarkan hari dan waktu. “Yang penting tahu prioritas dan jadwal, biar nggak tabrakan,” katanya.
IPK vs Skill: Mana yang Lebih Penting?
Menanggapi pertanyaan seputar IPK, ia menyampaikan perspektif menarik. “Yang penting IPK stabil, 3.5 ke atas itu sudah aman. Tapi yang lebih penting sekarang itu skill dan apa yang sudah kamu lakukan. Itu yang dilihat perusahaan,” ungkapannya, mengutip pengalaman dari temannya yang bekerja di Astra.
Tips Hidup balance untuk Mahasiswa
Yaitu manajemen waktu dan Mulai aja dulu, karena if we never try we never know our ability. Afta menekankan bahwa banyak orang yang menunggu moment sempurna dan tidak berani mencoba padahal, kuncinya kesuksesan justru terletak pada keberanian kita dalam mencoba dan mengambil langkah pertama.
