Athaillah Pandya Reswara Aziz / 202210230311141 Psikologi
Juara II Pilmapres UMM
Di tengah padatnya aktivitas perkuliahan, banyak mahasiswa memilih untuk tetap fokus pada studi akademik. Namun, berbeda dengan sosok satu ini. Selain aktif dalam kegiatan belajar-mengajar di kampus, ia juga terlibat dalam berbagai organisasi, ajang perlombaan, serta kegiatan relawan. “Saya ingin masa kuliah saya bermakna, bukan hanya di ruang kelas, tapi juga dalam pengalaman nyata yang membentuk karakter,” ujarnya.
Menghadapi tantangan seperti rasa malas yang kerap datang, ia memiliki cara unik untuk tetap produktif. “Biasanya saya menjanjikan reward untuk diri sendiri sebelum mengerjakan tugas. Itu membuat saya lebih semangat dan merasa tertantang,” katanya sambil tersenyum.
Bagi mahasiswa ini, potensi terbesar yang dimilikinya adalah kreativitas. Baik dalam bidang akademik maupun hobi, ia selalu berusaha menggali sisi kreativnya. “Saya sering mencoba hal-hal baru dan menantang diri dengan metode belajar yang berbeda. Itu membuat saya terus berkembang,” tuturnya.
Dalam mengembangkan potensi dan passion, ia menekankan pentingnya eksplorasi diri. “Kita harus sadar dulu apa yang kita sukai, bahkan dari hal kecil. Lalu jangan takut untuk terlibat dalam hal baru. Proses ini penting untuk benar-benar menemukan passion dan bisa berprestasi dari sana,” jelasnya.
Dalam prosesnya, ia menemukan bahwa potensi terbesarnya terletak pada kreativitas baik dalam hal akademik maupun hobi. Untuk mengasahnya, ia rutin mencoba hal-hal baru dan tidak ragu menantang diri dengan pendekatan berbeda. “Kreativitas saya berkembang saat saya membuka diri terhadap pengalaman baru dan tidak terpaku pada cara yang sama,” ungkapnya.
Budaya berorganisasi juga menjadi hal penting baginya. Ia meyakini bahwa saling menghargai adalah kunci dalam menciptakan lingkungan organisasi yang sehat. Dalam hal membagi waktu antara organisasi dan kuliah, ia mengandalkan perencanaan harian dan skala prioritas. “Saya selalu menyisihkan waktu untuk istirahat dan bersenang-senang juga. Keseimbangan itu penting agar tetap waras dan produktif,” tutupnya.
Ia juga menekankan pentingnya mengenali potensi dan passion secara personal. “Kita bisa mulai dari hal-hal kecil yang kita sukai. Lalu, eksplorasi menjadi kunci. Jangan takut untuk mencoba berbagai hal karena dari situlah kita akan menemukan apa yang benar-benar kita cintai dan bisa menjadi sumber prestasi,” tambahnya. Melalui kisah ini, ia menunjukkan bahwa masa kuliah dapat menjadi ladang pembelajaran yang luas asal kita mampu mengelola diri, membuka ruang untuk eksplorasi, dan tetap setia pada proses.
