Farhan Rahmatullah, mahasiswa asal Kediri, Jawa Timur, membuktikan bahwa keterbatasan bukan halangan untuk menembus dunia. Kini, ia tengah menempuh pendidikan di jurusan Mechanical Engineering, University of Minho, Portugal, lewat program beasiswa bergengsi Erasmus+ dari Uni Eropa. Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini dikenal sebagai sosok yang gigih dan visioner. Ketertarikannya terhadap sistem pendidikan luar negeri dan semangatnya menembus batas telah membawanya ke kelas-kelas internasional di benua Eropa. “Setiap orang punya kesempatan. Tapi tidak semua orang berani mengambilnya,” kata Farhan, saat menulis refleksi dari ruang perpustakaan kampusnya di Guimarães, Portugal.
Belajar Menjadi Pemikir
Farhan mengaku, sistem pendidikan di Portugal sangat berbeda dengan di Indonesia. Di sana, mahasiswa dilatih untuk berpikir kritis. “Di sini kami bukan hanya ‘diajari’, tapi diajak berdiskusi. Dosen memperlakukan kami sebagai pemikir,” ujarnya. Ia juga menyoroti toleransi dan keterbukaan yang tinggi di lingkungan kampus. Meski berasal dari Asia Tenggara dan memeluk agama Islam, Farhan tak pernah mengalami diskriminasi. “Tidak sekalipun saya mendapat perlakuan rasis. Lingkungannya sangat terbuka,” tambahnya.
Perjuangan yang Tidak Instan
Untuk bisa menembus Erasmus+, Farhan melalui proses panjang: mulai dari riset beasiswa, mengumpulkan dokumen, konsultasi dengan senior dan pihak kantor internasional kampus, hingga wawancara ketat. Ia percaya bahwa usaha adalah kunci utama. “Bukan hanya soal seberapa pintar atau beruntung kita, tapi seberapa keras kita mau bergerak,” katanya. Ia menegaskan bahwa keberhasilan bukan hanya milik mereka yang berasal dari keluarga berada, tetapi bagi siapa pun yang memiliki tekad dan niat kuat. Farhan menaruh perhatian besar pada pentingnya mimpi besar. Baginya, mimpi tidak harus mahal, tapi harus dikejar dengan langkah nyata. “Kita mungkin lahir di tempat yang sederhana, tapi bisa melangkah sejauh mana kita berani bermimpi dan mencoba,” ungkapnya. Ia berharap lebih banyak pemuda Indonesia yang memiliki keberanian untuk menembus batas, bukan hanya menunggu kesempatan datang.
Representasi Indonesia di Panggung Global
Kini, Farhan menjadi representasi anak muda Indonesia di lingkungan akademik internasional. Ia aktif berinteraksi dengan mahasiswa dari berbagai negara, membangun relasi, dan menunjukkan bahwa pelajar dari Indonesia juga mampu bersaing secara global.
“Bertemu teman dari berbagai negara membuat saya sadar: kita semua berbeda latar belakang, tapi punya mimpi yang sama menjadi versi terbaik dari diri kita,” katanya. Lewat kisahnya, Farhan ingin memotivasi generasi muda Indonesia untuk tidak ragu bermimpi besar. “Ke luar negeri bukan milik mereka yang paling pintar atau paling kaya. Tapi milik mereka yang paling berani mencoba,” tuturnya. Pesan terakhirnya sederhana namun dalam: “Terus bergerak, terus bermimpi. Karena kamu juga bisa sampai di sini.”
