
Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus memperkuat komitmen menghadirkan program pengabdian mahasiswa yang memberi dampak nyata bagi masyarakat. Sebagai kampus inovasi yang mandiri dan berdampak, UMM menempatkan kolaborasi ilmu pengetahuan, pemberdayaan masyarakat, serta solusi berkelanjutan sebagai bagian penting dari pelaksanaan tridarma perguruan tinggi. Melalui pendekatan tersebut, berbagai program pengabdian dirancang tidak hanya responsif terhadap kebutuhan warga, tetapi juga mampu mendorong perubahan jangka panjang melalui inovasi mahasiswa.
Mahasiswa tidak lagi sekadar menjalankan aktivitas rutin di desa, melainkan didorong menghasilkan karya inovatif dan solusi konkret atas beragam persoalan masyarakat. Pendekatan ini mencakup sektor pertanian, pariwisata, pendidikan hingga pemberdayaan sosial lintas negara. Hal itu terlihat dalam pameran produk dan inovasi mahasiswa KKN yang digelar pada 25 Februari lalu sebagai rangkaian akhir program pengabdian tahun ini.
Sebanyak 450 mahasiswa yang tergabung dalam 17 kelompok mempresentasikan hasil program yang lahir dari proses pendampingan langsung bersama masyarakat. Salah satu kelompok bahkan melaksanakan pengabdian internasional di Malaysia. Berbagai inovasi dihadirkan, mulai dari optimalisasi sistem irigasi untuk membantu petani meningkatkan efisiensi distribusi air, sekaligus menjaga produktivitas lahan melalui edukasi pengelolaan sumber daya air berbasis partisipasi warga.
Pada sektor pariwisata, mahasiswa turut memperkuat eksistensi Kampung Warna-Warni Jodipan melalui pelatihan komunikasi bahasa asing dan peningkatan pelayanan wisata bagi masyarakat setempat. Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesiapan warga dalam menerima wisatawan mancanegara sekaligus membuka peluang ekonomi baru. Pengabdian juga menjangkau tingkat internasional melalui pendampingan pendidikan bagi anak-anak pekerja migran Indonesia di Penang, Malaysia. Kegiatan tersebut meliputi penguatan literasi dasar, motivasi belajar, hingga aktivitas sosial sebagai bentuk solidaritas lintas negara.
Wakil Rektor IV UMM, Prof. Dr. Muhammad Salis Yuniardi, M.Psi., Ph.D., menegaskan bahwa konsep KKN Berdampak menjadi arah utama pengabdian mahasiswa setelah kampus kembali menghidupkan model KKN berbasis tinggal bersama masyarakat pascapandemi. “Program KKN harus memberi kontribusi yang tidak mungkin ada kalau mahasiswa itu tidak hadir. Jadi bukan sekadar kegiatan rutin seperti mengajar atau menjadi panitia kegiatan masyarakat, tetapi harus menghadirkan sesuatu yang baru,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa mahasiswa didorong menghadirkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat, baik melalui teknologi tepat guna, pengembangan metode pendidikan, maupun penguatan ekonomi lokal. Dampak program juga diharapkan terukur sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Selain aspek dampak, keberlanjutan menjadi prinsip utama pelaksanaan KKN UMM. Kampus mulai menyusun data dasar sebagai baseline pengembangan desa agar program mahasiswa tidak berhenti setelah masa pengabdian selesai. “Minimal tiga sampai lima tahun ke depan kita ingin melihat perubahan nyata di lokasi KKN. Mahasiswa berikutnya tidak lagi memulai dari nol, tetapi melanjutkan solusi yang sudah dirintis sebelumnya,” tambahnya.
Apresiasi turut disampaikan pemerintah daerah. Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Malang, Dr. Ir. Ricky Meinardi, S.T., M.T., menilai program KKN UMM sebagai model pengabdian yang mampu menghadirkan inovasi berkelanjutan. “Mahasiswa tidak hanya menjalankan program saja, tetapi memberikan berbagai inovasi yang positif dan solusi terhadap permasalahan di desa. Kami berharap kontribusi ini dapat terus berlanjut dan semakin berkembang di tahun-tahun mendatang,” ungkapnya.
Ia juga berharap sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah semakin diperkuat agar manfaat program dapat dirasakan lebih luas. “Kolaborasi antara pemerintah daerah dengan perguruan tinggi seperti UMM ini sangat penting. Harapannya kerja sama ini terus terjalin sehingga inovasi mahasiswa benar-benar mampu memberikan sumbangsih nyata, tidak hanya bagi masyarakat desa, tetapi juga bagi pembangunan Kabupaten Malang secara keseluruhan,” pungkasnya.
