
Malang, 2 Juli 2025 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menjadi ruang strategis bagi penguatan wawasan kebangsaan generasi muda. Dalam kuliah umum bertajuk “Gen Z Merajut Ketangguhan Bangsa di Era Disrupsi,” Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. H. Dudung Abdurachman, S.E., M.M., yang saat ini menjabat sebagai Penasihat Khusus Presiden RI Bidang Pertahanan Nasional, memberikan pemahaman mendalam mengenai peran strategis generasi Z dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di tengah tantangan global.
Dalam pemaparannya, Jenderal Dudung menyoroti era disrupsi sebagai masa yang ditandai dengan perubahan mendasar sistem tatanan sosial akibat teknologi digital. Ia mengingatkan bahwa meskipun generasi Z memiliki penguasaan teknologi tinggi dan kepekaan kritis, mereka juga menghadapi tantangan seperti kecenderungan instan, mudah menyerah, dan rendahnya interaksi sosial nyata.
“Generasi Z adalah harapan bangsa. Tapi harapan itu akan sia-sia jika tidak dibarengi dengan nilai-nilai luhur bangsa seperti gotong royong, semangat kebangsaan, dan semangat pantang menyerah,” tegas Jenderal Dudung.
Ia juga menyampaikan bahwa generasi muda harus mewaspadai penyebaran hoaks, polarisasi opini di media sosial, dan menguatnya budaya kultus terhadap kelompok tertentu. Dalam kondisi seperti ini, literasi digital dan wawasan kebangsaan menjadi benteng utama.
Lebih lanjut, Jenderal Dudung mengangkat nilai-nilai kebangsaan seperti Bhinneka Tunggal Ika, semangat gotong royong, dan kebersamaan sebagai warisan penting yang harus terus dijaga oleh generasi muda Indonesia. Ia menekankan bahwa Indonesia bisa merdeka karena semangat persatuan yang kuat, dan semangat itu pulalah yang harus dibangun kembali oleh Gen Z dalam menghadapi “musuh bersama” berupa ancaman internal dan disrupsi digital.
Di bagian akhir, Jenderal Dudung mendorong mahasiswa UMM untuk aktif dalam pendidikan, inovasi, ekonomi digital, dan kontribusi riset, sembari menjaga optimisme, integritas, serta daya juang yang tinggi.
“Kalian bisa menjadi hebat, baik, pintar, kaya, dan berkuasa. Tapi semua itu hanya akan bermakna jika kalian punya visi, imajinasi, dan semangat untuk memberi kebaikan bagi sesama,” tutupnya.
Kuliah umum ini disambut antusias oleh para mahasiswa yang mengikuti dengan aktif, termasuk melalui survei interaktif di awal sesi. Dengan semangat kebersamaan, acara ini menjadi momentum penting dalam memperkuat ketahanan ideologis generasi muda di tengah gelombang perubahan global yang cepat dan tak terduga.
