Dosen dan Karyawan UMM Siap Sukseskan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru

Jum'at, 12 Juli 2019 18:08 WIB

Dalam rangka persiapan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) gelombang II, para dosen dan karyawan UMM melaksanakan rapat koordinasi untuk mempersiapkan tugas mereka sebagai pengawas, pewawancara dan koordinator ruang (12/7). Rapat koordinasi yang bertempat di Aula BAU ini dimulai pada pukul 09:00. Rapat ini bertujuan untuk mempersiapkan para panitia dan petugas SPMB untuk melaksanakan tes tulis dan wawancara calon mahasiswa baru gelombang II pada 15 Juli mendatang. Rapat ini membahas mulai dari alur distribusi soal hingga tahap akhir seleksi yaitu wawancara.

Saiman selaku Kepala Unit Pelaksana Teknis PMB menuturkan rapat ini untuk melihat kesiapan seluruh tim baik dari pengawas, pewawancara dan pembuat soal. SPMB ini memiliki rangkaian kegiatan mulai dari persiapan distribusi soal, pelaksanaan tes tulis dan diakhiri dengan tes wawancara. Dalam keterangannya beliau juga mengingatkan terkait calon mahasiswa yang sekiranya memiliki kebutuhan khusus seperti difabel dan autisme. Mahasiswa dengan kategori ini oleh petugas wawancara harus disampaikan keadaannya ke Biro Kemahasiswaan (MAWA). Tujuannya untuk berkoordinasi terkait kesiapan sarana dan prasarana. "Hal ini perlu kita perhatikan agar saat kegiatan belajar mengajar nantinya kami tidak mendapatkan komplain dari para wali murid yang merasa kurang mendapatkan fasilitas pendukung", imbuhnya.

Rahmad Wijaya selaku Kepala Biro Administrasi Akademik menjelaskan rincian teknis terkait SPMB gelombang II ini. Sebelum soal dibuat, panitia mengkondisikan agar seluruh penyusun memiliki standart yang sama. Mulanya panitia mengadakan workshop untuk menyusun soal. Kemudian dibutuhkan waktu 1 bulan untuk pembuatan, dilanjutkan ke tahap perakitan dan editing soal, hingga pencetakan dan distribusi soal. Para petugas distribusi soal diharuskan siap pada pukul 06:00 untuk diedarkan ke tiap-tiap ruangan tes. Ruangan tes tulis tersebar di GKB I, II, III, IV dan DOME. Petugas diwajibkan untuk tinggal di ruangan tes dan berjaga apabila ada lembar soal atau lembar jawaban yang rusak. Lembar soal atau lembar jawaban yang rusak nantinya akan ditukarkan dengan lembaran baru dapat diambil di gedung Rektorat lantai II. "Semoga pelaksanaan ujian SPMB ini dapat berjalan baik dan lancar", tutupnya.

Innayatul Robania salah satu peserta rapat koordinasi menuturkan dirinya telah memiliki kesiapan sebesar 90%. Wanita yang berperan sebagai pengawas ujian ini berpendapat bahwa penyampaian materi pelaksanaan telah berjalan baik dan terkait pelaksanaan teknis diperlukan kesiapan lebih dan koordinasi lanjutan. Hal ini diperlukan agar saat eksekusi nantinya seluruh personel panitia dapat bekerja dengan baik. "Saya berpendapat akan jauh lebih baik apabila masing-masing panitia memiliki dokumen pegangan terkait informasi sekretariat tiap-tiap sektor. Karena beberapa informasi tersebut hanya disampaikan secara lisan sehingga dikhawatirkan masih ada yang kebingungan nanti", tutupnya.

P_Aty

Shared: